Bahaya Pengeroposan Tulang

Bahaya Pengeroposan Tulang

Selamat datang di website kami Susu Penguat Kandungan Lemah, penjual herbal online terpercaya se-Indonesia. Melayani pengiriman ke seluruh Indonesia dan Mancanegara (Malaysia, Singapura, Hongkong dan lainnya) bisa KIRIM BARANG DAHULU dan dapatkan JAMINAN UANG KEMBALI. Hari ini kami akan membahas mengenai Bahaya Pengeroposan Tulang.


Ketahui Inilah Beberapa Bahaya Pengeroposan Tulang!

Bahaya Pengeroposan Tulang

Bahaya Pengeroposan Tulang – Tulang keropos sebagai gangguan kesehatan yang terjadi pada orang yang lanjut usia. Adanya kondisi seperti ini bisa dialami oleh siapa saja, bahkan Anda yang masih berusia muda juga bisa mengalami kekeroposan tulang. Lantas, apakah tulang keropos bisa disembuhkan? Lalu, apakah pengeroposan tulang bahaya?

Penyebab Tulang Keropos

Tulang merupakan penopang utama dari tubuh Anda. Oleh karena itu, tulang memang dirancang untuk sangat kuat dan padat agar bisa menunjang kegiatan Anda sehari-hari seperti berjalan dan berlari. Kepadatan tulang dipengaruhi oleh jumlah mineral yang ada pada tulang Anda.

Tulang yang keropos belum tentu osteoporosis, dalam bidang kesehatan, kondisi ini disebut dengan osteopenia, yaitu tahapan awal sebelum terjadinya osteoporosis. Osteopenia ialah kondisi di mana kadar mineral di tulang cukup rendah, sehingga mudah sekali patah atau rapuh. Beberapa penyebab dari osteopenia diantaranya :

  • Kurangnya konsumsi kalsium atau vitamin D.
  • Kurang berolahraga.
  • Merokok.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol.
  • Terlalu sering mengkonsumsi minuman berkarbonasi seperti soda.

(Baca juga : Susu Penguat Kandungan Lemah)

Bahaya Pengeroposan Tulang

Osteoporosis atau penyakit pengeroposan tulang bisa menyerang siapa saja. Banyak orang belum menyadari bahayanya, sehingga penyakit itu baru diketahui setelah penderita merasa sakitnya. Disebabkan, dari data Kementerian Kesehatan, osteoporosis masuk sebagai masalah kesehatan di masyarakat, khususnya di negara berkembang.

Bahaya osteoporosis terhadap badan biasanya dirasakan pada pangkal paha, punggung, kaki, dan lainnya. Ahli gigi drg Laura Zaizavonna mengatakan, bahwa masih sedikit yang menyadari kalau osteoporosis juga bisa terjadi pada tulang rahang, ialah penyusutan tulang rahang. Akibatnya, gigi mudah tanggal dan mengganggu kesehatan rongga mulut.

Tulang rahang yang rapuh juga bisa mengubah wajah dan mempersulit penanaman gigi palsu. Dalam tahap lebih lanjut, risiko penyakit periodontal (gusi) akan meningkat, terutama serangan pada tulang rongga mulut. Jika tulang rongga mulut mulai keropos maka tidak ada lagi yang menahan berat gigi, sehingga gigi asli dan palsu tanggal. 

Cara Mengobati Osteoporosis Secara Alami

Itulah tadi, informasi mengenai bahaya pengeroposan tulang yang harus waspadai. Untuk mengatasi sekaligus mencegah keroposan tulang secara alami dan efektif, kami menyarankan rutin mengkonsumsi susu kambing Etaku goat milk. Karena kini hadir menjadi satu-satunya produk susu kambing yang diolah secara higienis dengan menggunakan teknologi tinggi masa kini yakni NANO TEKNOLOGI. Manfaat produk susu kambing yang menggunakan teknologi ini, akan lebih cepat dirasakan oleh tubuh.

Susu kambing Etaku ini terbuat dari bahan alami yang dipadupandakan dengan komposisi terbaik lainnya yaitu : Albumin ikan gabus, Ekstrak kedelai dan Ekstrak pegagan yang mana semakin menambah kekayaan kandungan didalamnya.  Anda tidak perlu khawatir karena susu kambing herbal Etaku Goat Milk juga telah terdaftar dari BADAN-POM dengan no reg. TR 173204301 dan juga telah mendapatkan sertifikat HALAL dari MUIUntuk informasi lebih lanjut mengenai khasiat Etaku Goat Milk serta pemesanan silahkan klik -> Obat Osteoporosis Lutut Di Apotik

Baca juga :

Obat Anemia Untuk Ibu Hamil Di Apotik

Obat Pereda Asam Lambung Tinggi Di Apotik

Susu Penguat Kandungan Lemah

Obat Penambah Zat Besi Untuk Ibu Hamil

Obat Pelancar Asi Di Apotik Paling Manjur

Posted By : Susu Penguat Kandungan Lemah

Bahaya Pengeroposan Tulang

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*